Klarifikasi Data 108 Orang Hilang pada Peristiwa Longsor Cisarua
Bandung – FBIPOST
Kepolisian Daerah Jawa Barat meluruskan informasi yang beredar terkait kabar 108 orang hilang akibat bencana longsor di Kampung Babakan RT 05 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang terjadi Sabtu (24/1).
Kepala Biro Operasi Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Areis La Ode Aries El Fathar menjelaskan bahwa angka 108 tersebut bukan merujuk pada jumlah korban hilang. Angka itu merupakan jumlah warga yang mendatangi pos Disaster Victim Identification (DVI) untuk keperluan data ante-mortem.
"Satu korban dapat diwakili oleh dua hingga tiga orang keluarga yang datang melapor. Oleh karena itu, jumlah pelapor tidak bisa dijadikan acuan jumlah korban hilang," ujarnya dalam keterangannya di Bandung, Selasa.
Ia menambahkan, kepolisian tetap melayani masyarakat yang datang melapor meskipun tidak membawa dokumen kependudukan seperti KTP atau Kartu Keluarga.
Terkait proses identifikasi, Areis menyampaikan bahwa sejak hari pertama kejadian hingga Senin pukul 18.30 WIB, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 20 kantong jenazah.
Saat ini, terdapat 38 kantong jenazah yang berada di Puskesmas, dengan 18 kantong jenazah di antaranya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polri.
"Proses identifikasi masih terus berjalan dan akan dilanjutkan kembali besok," jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Kantor Basarnas Bandung Ade Dian Permana menyampaikan bahwa setelah menyerahkan 38 kantong jenazah kepada tim DVI Polri, tim SAR masih melanjutkan pencarian terhadap puluhan warga yang diduga masih tertimbun material longsor.
"Jadi, total temuan pada hari pertama sampai hari ketiga itu 38 kantong jenazah," kata Ade.
Ia menegaskan bahwa data korban hilang bersifat dinamis dan memungkinkan adanya perubahan jumlah, baik penambahan maupun pengurangan, sesuai perkembangan laporan di lapangan.
Ade juga menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya masih menggunakan istilah evakuasi kantong jenazah, mengingat tidak seluruh jenazah ditemukan dalam kondisi utuh sehingga memerlukan proses identifikasi lanjutan untuk memastikan identitas korban dan menghindari data ganda.*



Posting Komentar