Wakapolda NTT Tegaskan “Panca Siap” Jadi Landasan Utama Pengendalian Sitkamtibmas


Kupang — FBIPOST 

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkatkan kesiapan seluruh jajaran dalam merespons perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas). Penegasan tersebut disampaikan Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H., saat memberikan pengantar sebelum kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Tahunan pengendalian Sitkamtibmas wilayah hukum Polda NTT yang berlangsung di Mapolda NTT, Selasa (20/1/2026).

Dalam arahannya, Wakapolda NTT menekankan bahwa konsep “Panca Siap” harus dijadikan pedoman utama kesiapsiagaan operasional oleh seluruh jajaran Polri, baik di tingkat Polda, Polres, hingga Polsek.

“Panca Siap adalah fondasi kesiapsiagaan kita dalam menjaga Sitkamtibmas. Ini bukan sekadar istilah, tetapi budaya kerja yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh personel,” tegas Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo.

Lima Pilar Kesiapsiagaan Polri

Wakapolda NTT menjelaskan bahwa konsep Panca Siap terdiri dari lima unsur utama yang saling berkaitan dan menjadi indikator kesiapan satuan kerja dalam pelaksanaan tugas kepolisian, meliputi:

Siap Diri, yaitu kesiapan personel secara fisik, mental, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas;
Siap Mako, yakni kesiapan markas dan unit kerja, termasuk aspek administrasi, logistik, serta sarana dan prasarana pendukung;
Siap Data, berupa kesiapan data, informasi, intelijen, laporan, dan dokumentasi sebagai dasar pengambilan keputusan;
Siap Operasi, yakni kesiapan pelaksanaan tugas dan operasi di lapangan sesuai perencanaan, SOP, dan dinamika situasi;
serta Siap Siaga, yaitu kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan, kondisi kontinjensi, maupun situasi darurat setiap saat.

“Kelima unsur ini harus berjalan seimbang. Tanpa kesiapan data, operasi tidak akan optimal. Tanpa kesiapsiagaan personel, pengendalian situasi tidak akan efektif,” ujarnya.

Anev Tahunan sebagai Sarana Evaluasi dan Penguatan

Menurut Wakapolda NTT, pelaksanaan Anev Tahunan bukan sekadar agenda penyampaian laporan, melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh, introspeksi, serta merumuskan langkah-langkah penguatan pengendalian Sitkamtibmas ke depan.

“Melalui Anev ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh jajaran memahami perannya, mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penerapan Panca Siap sejalan dengan berbagai ketentuan dan SOP kepolisian, meskipun istilah tersebut tidak secara eksplisit tertuang dalam satu regulasi kepolisian tertentu.

“Panca Siap lahir dari kebutuhan operasional di lapangan dan arahan pimpinan. Inilah wujud kesiapan Polri untuk selalu hadir, cepat, tepat, dan profesional dalam menjaga keamanan masyarakat,” pungkas Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo.

Dengan penguatan kesiapsiagaan melalui konsep Panca Siap, Polda NTT optimistis mampu menjaga stabilitas Sitkamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.*

 Advertisement Here
 Advertisement Here