Ning Ita Pimpin Kerja Bakti Massal dalam rangka gerakan Indonesia Asri

 

Kota Mojokerto - FBIPOST 

Pemerintah Kota Mojokerto merespon program Pemerintah Pusat yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tentang gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik indah) dengan mengadakan kerja bakti massal.

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) memimpin secara langsung kerja bakti massal di Kota Mojokerto. Sasarannya adalah membersihkan sampah yang ada di sepanjang jalan Empu Gandring Kelurahan Wates Kecamatan Magersari, Jumat (6/2/2026).


Keberadaan jalan Empu Gandring yang kiri-kanannya masih berupa lahan persawahan serta situasinya yang minim penerangan pada malam hari membuat kurangnya pengawasan. Situasi seperti ini kemudian dimanfaatkan oleh orang dengan membuang sampah di tepi jalan.

Berbagai upaya sudah dilakukan agar orang tidak membuang sampah sembarangan ditempat itu. Termasuk adanya banner peringatan agar tidak membuang sampah di tempat itu. Namun langkah-langkah ini belum membuahkan hasil secara maksimal.

Untuk itu Pemerintah Kota Mojokerto akan menambah jumlah penerangan serta pemasangan CCTV di sepanjang jalan Empu Gandring guna mempermudah pemantauan.

Menurut Walikota Mojokerto bahwa di Kota Mojokerto sebenarnya sudah memiliki 30 depo sampah, 10 TPS, 3 TPS3R dan 1 TPA. Fasilitas ini dirasa cukup memadai untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Mojokerto yang luasnya hanya 20 km persegi.

"Ini lebih kepada perilaku masyarakat yang kurang taat, kurang tertib dalam menjaga kebersihan Kota Mojokerto," jelas Ning Ita.

Lebih lanjut Ning Ita mengajak kalau kita ingin nyaman hendaklah menjaga kebersihan secara bersama-sama dengan memaksimalkan peran rumah tangga dalam pemilahan sampah.

Kalau dibandingkan dengan pengelolaan sampah di negara maju, di Jepang setiap rumah tangga wajib memilah sampah sampai 12 katagori. Sedangkan di Kota Mojokerto cukup menjadi 3 atau 4 katagori

Dengan pemilahan katagori sampah akan memudahkan pengelolaannya. Sampah organik akan di olah menjadi pupuk dan yang anorganik dipisah juga menjadi yang biasa bernilai ekonomi dengan yang tidak bernilai ekonomi.

Sampah anorganik yang bernilai ekonomi sudah ada yang siap menampung. Sedang sampah anorganik yang tidak bernilai ekonomis akan dikirim ke TPA.

Hadir juga dalam kegiatan kerja bakti massal tersebut Wakil Walikota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi serta Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo.


(Agus Buyut)
 Advertisement Here
 Advertisement Here