Walikota Sampaikan Angka Kemiskinan Di Kota Mojokerto Semakin Ditekan

 

Kota Mojokerto - FBIPOST 

Berdasarkan data capaian prestasi Walikota Mojokerto yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat bahwa dalam satu tahun terakhir dari 7 indikator kinerja, 6 indikator progressnya baik meningkat.

Yang masih belum meningkat nilainya adalah tingkat pengangguran terbuka. Menurut Walikota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita, padahal sebenarnya dengan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program MBG, dapur di Kota Mojokerto sebenarnya menambah lowongan pekerjaan karena sepanjang tahun 2025 tercatat tidak kurang ada 11 SPPG sudah menyerap lebih dari 500 tenaga kerja baru.

Keadaan ini tentu menjadi PR besar bagi Pemerintah Kota Mojokerto. Dan di tahun 2026 ini persoalan pengangguran akan dijawab melalui melahirkan lowongan kerja baru.

"Alhamdulillah 2026 ini akan ada 4 pabrik rokok yang beroperasi di Kota Mojokerto. Insya Allah ini akan menjadi serapan tenaga kerja dalam rangka menurunkan tingkat pengangguran terbuka," ungkap Walikota Mojokerto saat sambutan dalam kegiatan Generasi Memberkati dan Peduli Kota (GEMPITA) di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Jl. Majapahit 139 Kota Mojokerto, Sabtu (14/3 2026). 

Disampaikan bahwa akan ada empat pabrik rokok yang akan beroperasi di tahun 2026 ini. Tiga diantaranya adalah pabrik rokok yang dulu sempat beroperasi dan kemudian tutup. 

Walikota juga menyampaikan bahwa gerakan Generasi Memberkati dan Peduli Kota (GEMPITA) menjadi selaras dengan upaya mengatasi kemiskinan di Kota Mojokerto. Kalau tingkat kemiskinan di Kota Mojokerto tahun lalu masih 5,57 %, untuk tahun ini berdasarkan data yang dirilis oleh BPS tinggal 5,05%. Jadi tingkat kemiskinan di Kota Mojokerto menurun 0,52%. Artinya saat ini jumlah penduduk miskin di Kota Mojokerto tinggal 1.792 orang.

"Gempita ini adalah bagian dari upaya kita untuk terus menguatkan tidak hanya Harmoni, yaitu ada umat Kristiani berbagi kepada umat Muslim tetapi lebih dari itu adalah bagaimana kesejahteraan masyarakat kota Mojokerto juga bisa meningkat" lanjut Ning Ita.

Kegiatan Gempita pada tahun 2026 merupakan kegiatan yang 27 kali. Kegiatan ini rutin dilakukan dengan memberikan bingkisan menjeleng Hari Raya Idul Fitri. Hari ini Gempita kembali berbagi 5.000 bingkisan lebaran bagi masyarakat Kota Mojokerto. 

"Salah satu sebutan Kota Mojokerto adalah kota harmoni. Dan salah satu buktinya adalah kegiatan Gempita ini membangun harmoni hubungan dengan sesama," ungkap Daniel Pingardi yang merupakan Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Kota Mojokerto.

Sebagaimana diketahui salah satu sebutan untuk Kota Mojokerto saat ini adalah "Kota Harmoni". Hal ini didapat setelah Kementerian Agama RI memberikan Harmony Award 2025 karena keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam merawat kerukunan antarumat beragama di Kora Mojokerto. Penghargaan itu sendiri adalah menyoroti komitmen dalam menjaga pluralisme dan stabilitas sosial di Kota Mojokerto. 

Kota Mojokerto dinilai berhasil membangun lingkungan yang toleran dan harmonis dimana hal ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.


(Agus Buyut)
 Advertisement Here
 Advertisement Here