Gempa 6,0 SR Guncang Timor Tengah Utara, Situasi Dipastikan Aman dan Terkendali
Timor Tengah Utara, NTT — FBIPOST
Gempa bumi berkekuatan 6,0 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, pada Selasa siang (21/4/2026) sekitar pukul 11.15 WITA. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa berpusat di koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 124,20 Bujur Timur, atau sekitar 67 kilometer barat laut TTU dengan kedalaman 31 kilometer.
Gempa tersebut tergolong gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas tektonik dan dipastikan tidak berpotensi tsunami. Getaran gempa sempat dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah TTU dan sekitarnya, sehingga menimbulkan kepanikan sesaat.
Meski demikian, hingga saat ini situasi dilaporkan tetap aman dan terkendali. Hasil pengecekan sementara di lapangan menunjukkan tidak adanya korban jiwa, korban luka-luka, maupun kerusakan bangunan dan kerugian materiil.
Jajaran Polres Timor Tengah Utara bergerak cepat merespons kejadian tersebut. Kapolres TTU langsung memerintahkan seluruh personel untuk melakukan langkah quick response dengan turun ke lapangan guna memastikan kondisi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan.
Selain itu, patroli dan monitoring terus dilakukan oleh personel di seluruh wilayah hukum TTU. Kepolisian juga aktif berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BPBD, TNI, dan pemerintah daerah, dalam rangka mengantisipasi dampak lanjutan.
Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Rudi Darmoko, melalui Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat dan terukur dalam merespons bencana tersebut.
“Polda NTT dan jajaran bergerak cepat melakukan pengecekan di lapangan serta memastikan keselamatan masyarakat. Hingga saat ini situasi di Kabupaten Timor Tengah Utara terpantau aman dan terkendali,” ujar Henry.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu panik. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi. Apabila menemukan dampak lanjutan, segera laporkan kepada pihak berwenang atau melalui layanan Call Center 110 Polri,” tambahnya.
Saat ini, aktivitas masyarakat di wilayah TTU dilaporkan mulai kembali normal. Aparat kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan situasi tetap kondusif pasca kejadian gempa.
Polda NTT menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat, guna memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan secara maksimal.
**



Posting Komentar