Gubernur Sherly Kembali Lukai Hati Masyarakat yang Belum Pulih dari Konflik
Ternate - FBIPOST
Publik kembali dihebohkan oleh pernyataan kontroversial dari pejabat setingkat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda kepada masyarakat Halmahera Tengah (Halteng) yang kini masi dilanda kesedihan dan kekecewaan akibat bertikai seringkali mengalami dampak emosional jangka panjang, di mana luka hati, rasa kecewa, dan amarah masih tersisa meskipun konflik fisik atau perdebatan sudah selesai, Kamis (9/4/2026).
Perkataan gubernur yang mempertanyakan dasar aksi penyerangan warga dengan kata siapa yang "BUNUH" dinilai sebagian kalangan kurang tepat disampaikan di ruang publik, mengingat kondisi masyarakat yang masih sensitif pasca insiden bentrokan.
Dengan pernyataannya sensitif tersebut di hadapan warga, Sherly menyoroti tindakan penyerangan yang terjadi tanpa kejelasan fakta.
“Pergi serang sana, karena apa? Ada bukti atau hanya karena katanya? Buktinya apa? Siapa yang bunuh? Ada yang tahu siapa yang bunuh? Belum tahu, tapi kenapa pergi serang sana? Tolong jawab,” tanya Gubernur Malut yang aktif bersosial media itu.
Pernyataan tersebut langsung memantik beragam respons dari masyarakat. Sebagian menilai apa yang disampaikan gubernur bertujuan mengedukasi warga agar tidak bertindak berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Namun di sisi lain, tidak sedikit yang khawatir penyampaian tersebut justru berpotensi menimbulkan interpretasi berbeda di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
“Kalau dilihat maksudnya mungkin baik, tapi cara penyampaiannya bisa memicu salah paham di masyarakat yang masih emosional,” ucap salah satu warga.
Sejumlah tokoh masyarakat berharap pemerintah daerah dapat lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terutama dalam situasi pasca konflik yang rentan terhadap gesekan lanjutan.
Menurut mereka, pendekatan komunikasi yang lebih menenangkan dan persuasif sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sosial.
“Situasi sekarang masih sensitif, jadi perlu pendekatan yang lebih menenangkan agar tidak menimbulkan salah paham baru,” jelas warga lainnya.
Sampai saat ini juga kita melihat dari pihak keamanan TNI-Polri bersama-sama pemerintah daerah selalu mengimbau masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Oleh karena itu, diharapkan dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif, sehingga masyarakat di sekitar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, aman, dan nyaman.
ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY



Posting Komentar