Ning Ita Pastikan 14.507 KK Warga Kota Mojokerto Tuntas Terima Bantuan Pangan
Kota Mojokerto - FBIPOST
Penyaluran bantuan pangan alokasi bulan Februari dan Maret di Kota Mojokerto telah di tuntaskan. Ada sebanyak 14.507 KK sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima bantuan. Mereka masing-masing mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter minyak.
Penyaluran terakhir diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kelurahan Gunung Gedangan. Penyaluran bantuan pangan ini dilaksanakan di kantor Kelurahan Gunung Gedangan jalan Kedungsari nomor 89 Kota Mojokerto, Sabtu (4/4/2024).
Penyaluran bantuan pangan alokasi bulan Februari dan Maret di Kota Mojokerto hari ini merupakan penyaluran terakhir dan pelaksanaannya dihadiri langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog Republik Indonesia Ahmad Rizal Ramdhani.
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa bantuan pangan di Kota Mojokerto sebagian sudah disalurkan sebelum lebaran.
"Tentu sangat membantu bagi warga kami terkait dengan kebutuhan pangan yang cenderung melonjak ketika menjelang Idul Fitri," ungkap Ning Ita.
Pada kesempatan itu juga disampaikan terkait dengan beras khususnya jenis SPHP. Bahwa di Kota Mojokerto telah memiliki 18 Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) perancangan yang dirikan pada tahun 2023 dalam rangka mengendalikan inflasi. Keberadaannya di masing-masing kelurahan ada satu perancangan pengendali inflasi.
Kemudian dengan adanya Instruksi Presiden untuk mendirikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dari 18 Kelurahan di Kota Mojokerto seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendistribusikan beras SPHP. Walikota Mojokerto berharap dengan langkah tersebut harga kebutuhan pokok khususnya beras dan minyak di Kota Mojokerto cenderung bisa dikendalikan harganya.
Saat itu Ahmad Rizal Ramdhani juga menyampaikan bahwa program bantuan pangan ini adalah program yang diinisiasi oleh bapak presiden Prabowo Subianto dan kedatangannya adalah untuk memastikan apakah program itu benar-benar sampai kepada masyarakat penerima manfaat.
Ada 33 juta lebih penerima bantuan di seluruh Indonesia. Program bertujuan memberikan keringanan kepada masyarakat golongan menengah ke bawah supaya bisa hidup dengan nyaman.
Bantuan pangan yang dilaksanakan dalam setahun minimal empat kali ini juga sebagai alat stimulus negara untuk stabilisasi harga pangan.
(Agus Buyut)




Posting Komentar