Sejarah Baru TNI-AD di Maluku Utara, Mayjen Nefra Firdaus Resmi Pimpin Kodam
JAKARTA — FBIPOST
Babak baru perjalanan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) di Maluku Utara resmi dimulai. Kehadiran komando kewilayahan yang berdiri sendiri menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan tugas pertahanan, pembinaan teritorial, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan resminya Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, menjabat sebagai Panglima Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha. Ia menjadi Pangdam pertama di wilayah Maluku Utara setelah dilaksanakannya alih komando dan pengendalian (alih kodal), yang sebelumnya berada dalam wilayah Kodam XV/Pattimura.
Serah terima jabatan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita di Aula A.H. Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Pembentukan Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha bukan sekadar perubahan struktur organisasi. Langkah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas TNI AD sekaligus mendekatkan fungsi pembinaan teritorial dengan karakteristik geografis, sosial, dan dinamika masyarakat Maluku Utara.
Di balik tonggak sejarah tersebut, kepemimpinan Pangdam pertama dihadapkan pada tanggung jawab besar. Profesionalisme prajurit, kesiapsiagaan satuan, soliditas antarlembaga, serta kedekatan TNI dengan rakyat menjadi elemen penting dalam membangun fondasi kuat bagi satuan teritorial yang baru.
Dalam amanatnya, Kasad Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan berkesinambungan antara TNI AD dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, insan pers, hingga masyarakat.
Menurut Kasad, komunikasi yang baik menjadi kunci agar setiap program dan kebijakan TNI AD dapat dipahami secara luas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Komunikasi yang efektif dan berkesinambungan menjadi kunci dalam membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga program dan kebijakan TNI AD dapat dipahami serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Kasad dalam amanatnya.
Kasad juga mengingatkan para pejabat yang baru mengemban amanah agar mampu membaca perkembangan situasi nasional maupun global, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta beradaptasi terhadap kemajuan teknologi dan inovasi.
Di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks, kesiapsiagaan satuan, profesionalisme, dan soliditas prajurit dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kemampuan TNI AD dalam menjalankan tanggung jawabnya secara optimal.
Selain memberikan arahan kepada para pejabat baru, Kasad turut menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas.
Dengan resminya Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus memimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, perhatian kini tertuju pada bagaimana kepemimpinan perdana tersebut membangun fondasi organisasi, memperkuat kesiapan satuan, serta menjalin hubungan yang solid dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat.
Bagi Maluku Utara, kehadiran Kodam tersendiri diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas pertahanan dan pembinaan teritorial, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas wilayah yang kondusif bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
Lebih dari sekadar pergantian jabatan, momentum ini menjadi awal tanggung jawab besar bagi kepemimpinan baru untuk membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan senantiasa hadir sebagai bagian dari rakyat.
Di bawah kepemimpinan Pangdam pertama, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diharapkan mampu meneguhkan semangat pengabdian, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menjalankan tugas secara terukur sesuai mandat dan kewenangan TNI AD.
Tonggak sejarah telah ditorehkan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha benar-benar menjadi kekuatan strategis dalam menjalankan tugas pertahanan dan memperkuat pengabdian TNI AD di Bumi Moloku Kie Raha.
ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY



Posting Komentar