Sejarah Baru TNI AD di Maluku Utara, Kodam Moloku Kie Raha Resmi Ambil Alih Komando



JAKARTA — FBIPOST 

Sejarah baru bagi TNI Angkatan Darat di Maluku Utara memasuki babak penting. Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha resmi memasuki tahapan penguatan organisasi melalui pelaksanaan alih komando dan pengendalian (Alih Kodal) dari Kodam XV/Pattimura, Minggu (18/10/2026).

Momentum ini menjadi langkah strategis dalam menegaskan peran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha sebagai komando kewilayahan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas TNI AD di Provinsi Maluku Utara.

Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., yang resmi menjabat Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha sejak serah terima jabatan pada 5 Oktober 2026, kini menghadapi tahapan penting dalam membangun dan mengoptimalkan organisasi yang dipimpinnya.

Alih Kodal bukan sekadar perpindahan tanggung jawab komando. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari penataan strategis organisasi TNI AD untuk memperkuat efektivitas pengendalian, meningkatkan kesiapan satuan, serta mempercepat koordinasi dalam menghadapi dinamika keamanan dan pertahanan di wilayah Maluku Utara.

Selama ini, wilayah Maluku Utara berada dalam lingkup tanggung jawab Kodam XV/Pattimura bersama Provinsi Maluku. Melalui proses Alih Kodal, tanggung jawab komando kewilayahan di Maluku Utara beralih kepada Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha.

Bagi Maluku Utara, momentum ini menjadi titik penting dalam memperkuat kemandirian komando kewilayahan. Karakteristik daerah kepulauan, luasnya wilayah, potensi sumber daya alam, serta dinamika sosial masyarakat menuntut organisasi yang mampu bergerak cepat, terukur, dan responsif terhadap setiap perkembangan situasi.

Di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Nefra Firdaus, penguatan soliditas internal, profesionalisme prajurit, kesiapan operasional, serta efektivitas koordinasi menjadi faktor penting dalam memastikan pelaksanaan tugas pokok TNI AD berjalan optimal.

Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha juga diharapkan semakin mampu memperkuat pembinaan teritorial, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta mendukung terciptanya stabilitas wilayah yang menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Dalam pelaksanaannya, sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, insan pers, dan seluruh elemen bangsa menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan serta memperkokoh persatuan di Maluku Utara.

Sejalan dengan penguatan organisasi tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi R., S.Sos., menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dan berkesinambungan dengan seluruh pemangku kepentingan.

Komunikasi yang terbuka dinilai penting untuk membangun kesamaan pemahaman, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan kebijakan dan program TNI AD tersampaikan secara tepat kepada masyarakat.

Selain itu, kesiapsiagaan satuan, penguatan sinergi lintas instansi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan strategis menjadi aspek yang harus terus ditingkatkan.

Dengan terlaksananya Alih Kodal, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diharapkan mampu menjalankan peran kewilayahan secara semakin efektif, profesional, dan terintegrasi sesuai garis komando TNI Angkatan Darat.

Momentum ini sekaligus menjadi awal penting bagi penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat, pemeliharaan stabilitas wilayah, serta dukungan terhadap pembangunan Maluku Utara menuju daerah yang aman, maju, dan sejahtera.

ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY

 Advertisement Here
 Advertisement Here