Operasi Keselamatan Rinjani 2026, Tekan Fatalitas Kecelakaan Jelang Idul Fitri


NTB – FBIPOST 

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) resmi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Rinjani Tahun 2026 di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB, Senin (2/2/2026). Apel tersebut menjadi penanda dimulainya operasi kepolisian terpadu dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel dipimpin oleh Wakil Kepala Polda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, yang mewakili Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, Kegiatan ini turut dihadiri unsur TNI serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga keselamatan pengguna jalan di wilayah NTB.

Dalam amanat Kapolda NTB yang dibacakan Wakapolda, disampaikan bahwa permasalahan lalu lintas saat ini semakin kompleks seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan, peningkatan penduduk, serta mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

“Perkembangan sistem transportasi telah memasuki era digital. Modernisasi ini harus diimbangi dengan inovasi serta peningkatan kinerja Polri, khususnya fungsi lalu lintas, agar mampu mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan,” ujar Hari Nugroho.

Ia menegaskan bahwa Polri secara konsisten mengimplementasikan Program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) sebagai fondasi pelayanan publik, termasuk dalam penegakan hukum dan pembinaan lalu lintas.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian bersama, yakni mewujudkan Kamseltibcarlantas, menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, membangun budaya tertib berlalu lintas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan data kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 di wilayah hukum Polda NTB. Berdasarkan catatan Integrated Road Safety Management System (IRSMS), tercatat sebanyak 2.392 kejadian kecelakaan, dengan korban meninggal dunia 350 orang, luka berat 328 orang, dan luka ringan 2.972 orang.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 11 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 2.162 kejadian kecelakaan. Meski demikian, jumlah pelanggaran lalu lintas justru menunjukkan tren positif dengan penurunan sebesar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan disiplin berlalu lintas, Operasi Keselamatan Rinjani 2026 digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Operasi ini melibatkan 902 personel, terdiri dari 110 personel Polda NTB dan 792 personel Polres jajaran. Pelaksanaannya mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, dengan tujuan membangun kesadaran, kepatuhan, serta simpati masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

Adapun sasaran operasi meliputi berbagai pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, seperti pengendara tidak menggunakan helm, kendaraan over dimensi dan over load (ODOL), pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, berkendara di bawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel saat berkendara, melebihi batas kecepatan, hingga melawan arus lalu lintas.

Menutup amanatnya, Wakapolda NTB menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa mengutamakan keselamatan, mematuhi standar operasional prosedur (SOP), memperkuat sinergi antarinstansi, serta mengedepankan sikap humanis dalam setiap tindakan di lapangan.

“Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Senin, 2 Februari 2026, pukul 08.00 Wita, Operasi Keselamatan Rinjani Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dimulai,” tutup Hari Nugroho.*

 Advertisement Here
 Advertisement Here