Bikin Malu Walikota, Lurah Minta Uang ke Masyarakat Puluhan Juta
TERNATE – FBIPOST
Pelayanan publik di Kota Ternate, Maluku Utara, tengah didera isu miring. IB alias Ismun, sang Lurah, diduga kuat melakukan praktik pemerasan terhadap warganya sendiri. Modusnya klasik, menahan penandatanganan berkas administrasi sebelum "uang pelicin" puluhan juta rupiah disetorkan, Saptu (7/3/2026).
Dugaan pungutan liar (pungli) ini mencuat setelah ahli waris berinisial A dan D buka suara. Keduanya mengaku dipersulit saat hendak mengurus dokumen peralihan data untuk rumah warisan peninggalan orang tua mereka yang berencana dijual. Namun, alih-alih mendapatkan pelayanan gratis sebagaimana mestinya, mereka justru disodori "tagihan" bernominal fantastis.
"Lurah minta uang Rp 50 juta ke Eka (pihak keluarga). Katanya, selesaikan dulu perjanjian pembayaran itu di kantor lurah, baru dia mau tanda tangan," ucap salah satu ahli waris kepada awak media, pada Jumat (6/3/2026).
A dan D menceritakan pengalaman getir mereka yang berkali-kali menyambangi kantor kelurahan demi mendapatkan legalitas dokumen. Namun, setiap kali bertemu, Ismun disinyalir tetap bersikeras pada pendiriannya: tidak ada uang, tidak ada tanda tangan.
Dalih yang digunakan sang lurah pun tergolong ganjil. Ismun mengklaim uang tersebut merupakan bagian dari sebuah perjanjian lama antara dirinya dengan orang tua A dan D. Keanehan muncul saat ahli waris meminta bukti fisik dari perjanjian yang dimaksud.
"Kami minta Lurah menunjukkan bukti perjanjian itu, tapi dia tidak mau menunjukkan. Ini kan aneh," tutur D ahli waris.
Ketegangan sempat memuncak saat D kembali mencoba peruntungan di meja pelayanan. Hasilnya tetap nihil. Sang Lurah tetap menunjukkan sikap "ngotot" bahwa proses administrasi peralihan data tersebut baru akan dilayani jika uang Rp 50 juta sudah berpindah tangan.
Padahal, secara regulasi, pengurusan surat-surat administrasi di tingkat kelurahan seharusnya bebas biaya. Praktik meminta imbalan uang dalam jabatan publik tersebut jelas menabrak aturan hukum dan mencederai integritas pelayanan masyarakat di Kota Ternate serta membuat malu pimpinan, yakni walikota Ternate, bapak Tauhid Soleman.
Terpisah Lurah Moya, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Ismun Buamona, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh wartawan terkait tudingan pemerasan yang dialamatkan kepada dirinya, menjawab waalaikumsalam boleh nanti bakudapa dirumahnya saja.
**



Posting Komentar