Razia Ramadhan di Jakarta Timur, Operasi Gabungan Amankan 400 Lebih Botol Miras


Jakarta – FBIPOST 

Operasi gabungan yang digelar di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menyita lebih dari 400 botol minuman keras (miras) dalam razia selama bulan suci Ramadhan 2026.

"Razia minuman keras di Jakarta Timur terus kami intensifkan. Dalam razia yang dilakukan di Kecamatan Duren Sawit saat Ramadhan ini berhasil disita sebanyak 455 botol Miras," kata Wakil Camat Duren Sawit Andri Priwitama Maila di Jakarta, Selasa.

Ratusan botol miras itu diamankan dari dua toko kelontong yang berada di lokasi berbeda, yakni di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Malaka Jaya, serta di Jalan Raya Pondok Kopi, Kelurahan Pondok Kopi.

Menurut Andri, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadhan berlangsung.

Selain itu, razia dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran miras ilegal di wilayah tersebut.

"Operasi gabungan semalam dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadhan, serta menjaga Jakarta Timur agar selalu kondusif," jelas Andri.

Operasi ini melibatkan 57 personel gabungan dari unsur kecamatan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), Suku Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta TNI dan Polri.

Dalam pelaksanaannya, petugas menyisir sejumlah titik yang dicurigai menjual miras tanpa izin serta memeriksa barang dagangan di toko-toko kelontong.

Hasilnya, ratusan botol miras berbagai merek ditemukan tersimpan di dalam toko dan langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.

Petugas juga memberikan pembinaan kepada pemilik usaha agar tidak lagi memperjualbelikan minuman beralkohol tanpa izin resmi.

Andri menegaskan, operasi serupa akan terus digelar secara berkala selama Ramadhan dan seterusnya guna menekan peredaran miras ilegal yang berpotensi memicu gangguan ketertiban umum.

"Kami akan terus menggelar operasi gabungan untuk menyisir peredaran miras di tempat lain yang belum terungkap," tegas Andri.

Ia turut mengapresiasi peran aktif masyarakat yang memberikan informasi terkait warung atau toko yang diduga menjual miras ilegal.

Menurutnya, sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci dalam menjaga keamanan lingkungan.

Lebih lanjut, Andri menyatakan bahwa razia miras bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga sebagai langkah melindungi generasi muda dari dampak negatif konsumsi alkohol.

Pasalnya, minuman keras kerap menjadi pemicu tindak kriminal maupun perilaku menyimpang lainnya.

"Razia ini juga sebagai salah satu upaya melindungi remaja kita dari mengonsumsi miras yang dapat memicu perilaku negatif lainnya atau tindak kriminalitas," ucap Andri.

Melalui razia Ramadhan yang digencarkan tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta Timur tetap terjaga sehingga warga dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.*

 Advertisement Here
 Advertisement Here