FKDM Kota Bekasi Dibekali Jurus Pencegahan Radikalisme dan Terorisme
Bekasi – FBIPOST
Upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme terus diperkuat melalui sinergi lintas elemen masyarakat. Tim Pencegahan Satgaswil DKI Jakarta Densus 88 Antiteror Polri hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan sosialisasi bagi pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bekasi, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang digelar di wilayah Jakasampurna, Bekasi Barat ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari pengurus FKDM tingkat kota dan kecamatan serta stakeholder terkait. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi Hudi Wijayanto, serta Ketua FKDM Kota Bekasi Sugono.
Dalam sambutannya, Ketua FKDM Kota Bekasi, Sugono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran FKDM dan narasumber. Ke depan, kami berencana memperluas keanggotaan FKDM agar seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bekasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi Kota Bekasi sebagai wilayah yang majemuk, termasuk potensi ancaman dari penyebaran paham radikal melalui media sosial.
“Perkembangan media sosial saat ini perlu diantisipasi bersama karena menjadi salah satu sarana penyebaran paham yang dapat mengganggu stabilitas keamanan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi, Hudi Wijayanto,, menekankan pentingnya peran FKDM dalam menjaga kondusivitas wilayah di tengah keberagaman masyarakat.
“Dengan keterbatasan jumlah personel, FKDM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat yang beragam,” katanya.
Dalam sesi materi, Tim Pencegahan Satgaswil DKI Jakarta memaparkan definisi serta dinamika perkembangan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk pola penyebaran dan kelompok yang terlarang di Indonesia.
“Fenomena baru yang perlu diwaspadai adalah adanya upaya perekrutan yang menyasar perempuan dan anak. Ini menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan,” ujar narasumber.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait ciri-ciri individu yang terpapar paham radikal serta langkah-langkah pencegahan melalui deteksi dini, partisipasi aktif masyarakat, dan sinergi antarinstansi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung dinamis. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menggali informasi dan strategi pencegahan yang efektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengurus FKDM dapat semakin optimal dalam menjalankan fungsi kewaspadaan dini di lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di Kota Bekasi.
**



Posting Komentar