Laboratorium Narkoba Berkapasitas 1,2 Ton Terbongkar di Aceh
JAKARTA, FBIPOST.NET
Tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkap keberadaan laboratorium narkoba ilegal atau clandestine lab di Kabupaten Pidie, Aceh.
Laboratorium tersebut diduga menjadi tempat produksi narkotika jenis sabu dengan kapasitas mencapai 1,2 ton. Dalam pengungkapan ini, petugas menemukan dua rumah toko (ruko) yang diduga telah dialihfungsikan menjadi fasilitas produksi narkotika.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, laboratorium tersebut diduga kuat berkaitan dengan jaringan narkotika internasional yang melibatkan sindikat dari China, Malaysia, dan Indonesia.
Pemantauan Dilakukan Sejak Februari 2026
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan dan pemantauan yang dilakukan selama beberapa bulan.
Menurutnya, jaringan narkotika yang diduga berasal dari China mulai terdeteksi pada Februari 2026. Jaringan tersebut diketahui mengangkut metamfetamin cair atau liquid methamphetamine dari kawasan Myanmar utara dengan melintasi sejumlah negara di Asia Tenggara.
“Pada bulan Februari 2026, jaringan narkotika asal Tiongkok terdeteksi. Mengangkut ratusan kilogram metamfetamin cair atau liquid methamphetamine. Dari Myanmar utara melintas ke Laos dan Thailand sebelum tiba di tujuan akhir, yaitu Banda Aceh, Indonesia, pada 18 Mei 2026,” kata Suyudi dalam konferensi pers di Pidie, Aceh, Jumat (23/10/2026).
Penyelidikan kemudian dikembangkan untuk menelusuri jalur distribusi, pihak-pihak yang terlibat, serta dugaan keterkaitan jaringan tersebut dengan laboratorium narkoba yang ditemukan di Pidie.
Diduga Melibatkan Jaringan Lintas Negara
Keterlibatan sejumlah negara dalam perkara ini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat penegak hukum. Dugaan tersebut berkaitan dengan jalur pengiriman bahan narkotika lintas negara hingga kedatangannya di Indonesia.
Keberadaan dua ruko yang diduga dijadikan fasilitas produksi juga menjadi bagian penting dalam pengungkapan kasus tersebut.
Tim gabungan masih perlu mendalami peran masing-masing pihak, asal bahan baku, mekanisme produksi, serta kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas.
Pengungkapan laboratorium narkoba ini menjadi bagian dari upaya aparat dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya yang diduga melibatkan sindikat internasional.
**




Posting Komentar