TERNATE – FBIPOST.NET
Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, mengajak insan pers untuk terus memperkuat kemitraan dengan kepolisian melalui komunikasi terbuka, keterbukaan informasi, serta kritik dan masukan yang konstruktif.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan ngobrol santai bersama sejumlah awak media yang berlangsung di Cafe Mars, Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Selasa (3/11/2026).
Pertemuan dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara Polres Ternate dan insan pers.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi Kasi Humas Polres Ternate Iptu Ekan Mukadar, Kasat Reskrim IPTU Arif Budi Aji, Kasat Lantas IPTU Naomi Olinna Harahap, Kanit Regident Satlantas IPDA Naufal Fajar Zanira, serta sejumlah personel Polres Ternate.
Berbagai hal menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, mulai dari pelaksanaan tugas dan capaian Polres Ternate, perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga implementasi program prioritas Kapolri yang ditindaklanjuti Kapolda Maluku Utara bersama jajaran.
Kapolres Ternate menyampaikan apresiasi kepada awak media yang selama ini turut membantu menyampaikan informasi mengenai kegiatan, kinerja, dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Menurutnya, peran media sangat penting agar berbagai upaya dan kerja nyata kepolisian dapat diketahui publik secara luas.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara Polri dan pers tidak seharusnya hanya terjalin ketika ada kepentingan pemberitaan, tetapi perlu dirawat melalui komunikasi yang berkelanjutan dan sikap saling menghargai.
"Polri tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan, masukan, bahkan kritik yang konstruktif dari rekan-rekan media. Bagi kami, kritik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ungkap Anita.
Ia menambahkan, media memiliki posisi strategis sebagai penyampai informasi sekaligus jembatan aspirasi masyarakat. Karena itu, pemberitaan yang objektif, berimbang, dan mencerdaskan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Sementara itu, Irwan Djailan, yang akrab disapa Bradex, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Ternate beserta para pejabat utama dan seluruh personel atas keterbukaan serta kerja sama yang selama ini terjalin dengan insan pers.
Ia berharap hubungan kemitraan tersebut terus dipelihara dan semakin kuat dengan mengedepankan komunikasi serta rasa saling menghormati.
"Terima kasih kepada Ibu Kapolres Ternate, para PJU, dan seluruh anggota atas sambutan, perhatian, serta kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik. Kami berharap hubungan silaturahmi dan kemitraan ini terus terpelihara, semakin erat, semakin solid, dan dilandasi rasa saling menghargai," ujar Bradex.
Bradex juga berharap komunikasi antara kepolisian dan media dapat terus diperkuat, sehingga masing-masing pihak tetap menjalankan tugas secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa kemitraan Polri dan pers tidak selalu harus dibangun melalui agenda formal. Dialog sederhana dalam suasana santai dapat menjadi ruang untuk memperkuat kepercayaan dan menyamakan komitmen dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Polri dan pers memang memiliki fungsi berbeda. Kepolisian bertugas menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat, sementara pers menjalankan fungsi jurnalistik, kontrol sosial, dan penyampaian informasi kepada publik.
Namun, keduanya memiliki tanggung jawab penting dalam mendukung terciptanya masyarakat yang aman, cerdas, serta mendapatkan informasi yang benar dan berimbang.
Kemitraan yang sehat bukan berarti harus selalu memiliki pandangan yang sama, melainkan mampu saling menghormati, menjaga independensi, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
**

