Polres Ternate Selidiki Dugaan BBM Pertalite Oplosan, Rantai Pasok hingga SPBU Dibidik

Polres Ternate Selidiki Dugaan BBM Pertalite Oplosan, Rantai Pasok hingga SPBU Dibidik

FBIPOST
Senin, 02 November 2026



TERNATE – FBIPOST.NET

Polres Ternate, Maluku Utara, terus mendalami dugaan peredaran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite oplosan yang belakangan menjadi sorotan masyarakat. Penyelidikan kini diperluas dengan menelusuri rantai distribusi, mulai dari kios pengecer hingga pemasok dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap asal-usul BBM yang diduga telah dicampur sebelum diperjualbelikan kepada masyarakat. Polisi ingin memastikan apakah dugaan praktik tersebut hanya terjadi di tingkat pengecer atau melibatkan mata rantai distribusi lainnya.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate saat ini tengah mengarahkan penyelidikan terhadap sejumlah supplier yang memasok BBM ke kios-kios yang menjadi perhatian aparat.

Dalam pengungkapan awal, polisi telah mengamankan 22 botol berisi BBM jenis Pertalite yang diduga oplosan dari sebuah kios di Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat.

Selain itu, penyidik juga menemukan indikasi dugaan praktik serupa di Kelurahan Bula, Kecamatan Ternate Barat. Hingga kini, satu kios di wilayah tersebut telah masuk dalam penelusuran polisi.

Kasat Reskrim Polres Ternate, IPTU Arif Budi Aji, mengatakan pihaknya akan menelusuri pemasok BBM untuk mengetahui sumber pasokan yang diterima kios-kios tersebut.

"Iya, di Bula sementara satu, tapi kita akan sisir supplier dari kios-kios yang menjual," kata IPTU Arif saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap SPBU juga menjadi bagian dari pendalaman penyelidikan. Namun, langkah tersebut akan dilakukan setelah penyidik memperoleh hasil pemeriksaan awal dari kios-kios yang telah ditelusuri.

"Menunggu hasil pemeriksaan dahulu. Jelas untuk muara pasti dari SPBU," tegasnya.

Sementara itu, sebanyak 22 botol BBM yang telah diamankan masih berada di Polres Ternate sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi diharapkan dapat mengungkap secara menyeluruh asal-usul BBM tersebut, termasuk jalur pemasokan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam proses distribusinya.

Penanganan perkara ini menjadi perhatian penting karena dugaan peredaran BBM oplosan tidak hanya berkaitan dengan praktik perdagangan, tetapi juga menyangkut perlindungan konsumen dan kualitas bahan bakar yang digunakan masyarakat.

Polres Ternate kini dituntut mengusut persoalan tersebut hingga tuntas, sehingga pengungkapan tidak berhenti pada kios pengecer, tetapi juga menjangkau pihak-pihak lain apabila ditemukan bukti keterlibatan dan unsur pelanggaran hukum.
*