Jadi Khatib Salat Jumat, Pangdam Sampaikan Pesan Moril ke Prajurit & Masyarakat

Jadi Khatib Salat Jumat, Pangdam Sampaikan Pesan Moril ke Prajurit & Masyarakat

FBIPOST
Sabtu, 31 Oktober 2026



TERNATE — FBIPOST 

Pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari ketangguhan fisik dan keberanian dalam menjalankan tugas, tetapi juga dari kekuatan iman, kemuliaan akhlak, serta ketulusan dalam memberikan manfaat bagi sesama.

Pesan tersebut disampaikan Panglima Kodam (Pangdam) XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, saat bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah bersama prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, dan masyarakat sekitar.


Dalam khutbahnya, Pangdam mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga, kedinasan maupun bermasyarakat.

Ia menegaskan, keimanan bukan sekadar tercermin melalui pelaksanaan ibadah, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan integritas.

Menurutnya, seorang prajurit tidak cukup hanya memiliki kekuatan fisik dan kemampuan profesional. Lebih dari itu, diperlukan keteguhan hati, kematangan moral, serta landasan spiritual yang kuat agar setiap tugas pengabdian senantiasa dilandasi nilai-nilai kebaikan.

"Prajurit yang kuat bukan hanya mereka yang tangguh secara fisik, tetapi juga mereka yang memiliki keimanan kokoh, akhlak mulia, serta mampu menjaga amanah dan tanggung jawab. Sebab, kekuatan sejati seorang prajurit juga tercermin dari bagaimana ia bersikap, bertutur kata, dan memberikan manfaat bagi sesama," pesan Pangdam dalam khutbahnya, Jumat (30/10/2026).

Lebih lanjut, Pangdam mengingatkan pentingnya memakmurkan masjid sebagai rumah ibadah sekaligus pusat pembinaan keimanan, akhlak, dan persaudaraan umat.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya meramaikan masjid pada waktu-waktu tertentu, tetapi menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari melalui sholat berjamaah, membaca Al-Qur'an, mengikuti kegiatan keagamaan, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah Allah SWT.

"Masjid harus senantiasa kita makmurkan. Jangan hanya menjadikannya tempat untuk menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai ruang memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, dan membangun persaudaraan di tengah masyarakat," ajaknya.

Pelaksanaan Sholat Jumat tersebut bukan sekadar menjadi momentum untuk menunaikan kewajiban sebagai umat Muslim, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan membangun kedekatan emosional antara keluarga besar Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha dengan masyarakat.

Kebersamaan dalam saf-saf sholat menjadi cerminan bahwa hubungan antara TNI dan rakyat tidak hanya dibangun melalui pengabdian dan tugas kenegaraan, tetapi juga melalui nilai-nilai keimanan, persaudaraan, serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan tersebut, Pangdam berharap tumbuh prajurit yang tidak hanya profesional dan tangguh dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepribadian religius, rendah hati, berintegritas, serta senantiasa hadir membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

Sebab, pengabdian yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa besar tugas yang ditunaikan, melainkan juga seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada bangsa, negara, dan masyarakat.

ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY